Mantan Kepala Desa Cepokorejo Dilaporkan Atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Nur Aziz, SH., SIP., MH Menunjukkan Surat Laporan Pidana

LBH Lentera Yustisia – Tim LBH Lentera Yustisia hari ini (17/09/2020) selaku kuasa hukum dari Susilo Hadi Utomo, Sekretaris Desa Cepokorejo melaporkan Sutajam (54 Th) mantan Kepala Desa Cepokorejo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban ke Satreskrim Polres Tuban.

Dalam pelaporan yang disampaikan oleh Tim Kuasa Hukum dari LBH Lentera Yustisia mantan Kepala Desa Cepokorejo tersebut diduga melakukan tindak pidana Korupsi Pembangunan Embung Desa Cepokorejo tahun anggaran 2017.

Nur Aziz, SH., SIP., MH., Supardi, SH., dan Arif Rahman Hakim, SH beserta dengan Tim LBH Lentera Yustisia saat dijumpai jurnalis dari media lbhlenterayustisia.com pada saat melakukan pelaporan ke Mapolres Tuban, menyampaikan bahwa patut diduga Sutajam atau mantan Kepala Desa Cepokorejo tersebut melakukan Tindak Pidana Korupsi.

“Dari Laporan Realisasi Pelaksaaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Semester Akhir Tahun Anggaran 2017, Pemerintah Desa melakukan Pembangunan Embung Desa (Penampungan Air), Dengan jumlah Dana Terealiasai sebesar Rp 154.000.000,00 menggunakan Dana Desa (DD). Dalam Laporan Pertanggung Jawaban tersebut banyak yang janggal dan tidak rasional, sehingga patut diduga ada indikasi penyelewengan dana pembangunan embung tersebut” Kata Nur Aziz, Direktur LBH Lentera Yustisia.

Supardi, SH., dan Arif Rahman Hakim, SH Menyampaikan Surat Laporan Pidana Ke Mapolres Tuban

Selain adanya dugaan penyelewengan atau penyimpangan laporan yang tidak jelas atau diduga ada kejanggalan dan mark up anggaran, Nur Aziz juga menyampaikan bahwa hasil penjualan dari pengerukan tanah yang dibuat embung (penampung air) juga tidak ada pelaporanya, sehingga patut diduga Sutajam saat menjabat sebagai Kepala Desa Cepokorejoi telah melakukan Korupsi terhadap hasil penjualan pengerukan tanah embung desa.

“Selain dari beberapa item laporan yang janggal dalam pertanggungjawabanya, patut diduga Sutajam ini juga melakukan korupsi uang hasil pengerukan tanah yang dibuat embung, yang diperkirakan nominal dari hasil penjualan tanah embung sebesar Rp. 184.110.000,00, sehingga berpotensi merugikan kekuangan negara” Tambah Nur Aziz, yang juga Ketua DPC IKADIN Tuban ini.

Dari Rangkaian peristiwa tersebut Dosen disalah satu Universitas ternama di Tuban ini menyampaikan patut diduga telah terjadi tindak pidana Korupsi terhadap pembangunan embung di Desa Cepokorejo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban tahun anggaran 2017.

“Berdasarkan dengan Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 3 UU No. 21 tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, patut diduga telah terjadi tindak pidana Korupsi yang dilakukan oleh Sutajam (mantan Kepala Desa Cepokorejo)” Pungkas Aziz, Advokat yang berkantor di Jalan Gedongombo Baru Tuban ini. (Admin)

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Butuh Bantuan Hukum? WA Kami!